Selasa, 22 Juli 2014

Ksatria Templar, Zionis, Israel, Amerika, Freemason, dan Novus Ordo Seclorum

Yahudi Tidak Sama Dengan Israel

Kensington High Street, London, Inggris. Sekelompok orang menggelar demonstrasi di depan Kedubes Israel. Termasuk 3 pria yang tampil mencolok dengan jubah hitam dan janggut panjang.




Mereka mengangkat poster. Salah satunya bisa dibaca: "Judaism rejects the Zionist state and condemns its criminal siege and occupation" --  “Yudaisme menolak negara Zionis dan mengutuk tindakan kriminal pengepungan dan pendudukan”. Mereka adalah rabi Yahudi. Yang mengutuk Israel. 

Aksi serupa digelar di seluruh belahan dunia. Juga di Paris, Roma, New York, dan di muka Gedung Putih di Washington DC.  

Di Ibukota AS, dalam orasinya, Rabi Dovid Feldman dari Jews United Against Zionism mengatakan, Amerika Serikat harus menghentikan dukungannya kepada Israel. “Kami memohon pada AS untuk menghentikan pertumpahan darah ini, “ kata dia seperti Liputan6.com kutip dari CBS Local, Minggu, 20 Juli 2014. 

“Kita harus paham, bahwa (serangan Israel) adalah salah. Kita harus mengerti bahwa itu berbahaya, tindakan kriminal, anti-agama, juga anti-Yahudi.”  

Mengibarkan bendera Palestina, ribuan pendemo menyerukan pesan yang sama: bebaskan Palestina dan hentikan kekerasan di Gaza. Di barisan yang sama ada orang Amerika Serikat – putih dan berwarna, warga segala bangsa, umat Muslim, Kristen, Yahudi, … 

Ada juga yang memilih cara lain. Pada 15 Juli 2014, umat Yahudi di Inggris berpuasa -- bersama umat Muslim -- menyerukan diakhirinya kekerasan.
Sayangnya, di Sarcelles, Prancis, demo menuntut kedamaian di Gaza berubah jadi ricuh. Aksi yang awalnya dalam berubah rusuh saat massa menyerang bisnis milik orang Yahudi, Minggu 20 Juli 2014. 

Sejumlah toko dijarah, polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah kerumunan.

Aksi tersebut sebenarnya telah dilarang, di tengah kekhawatiran bahwa  komunitas Yahudi akan menjadi sasaran pengunjuk rasa -- setelah akhir pekan lalu massa berupaya menyerbu 2 sinagog di Paris.

"Ketika Anda melampiaskan ke rumah ibadat, ketika Anda membakar toko di sudut jalan hanya karena itu milik Yahudi, Anda telah melakukan tindakan anti-Semit," kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve.
Sementara, di Maroko, seorang rabi Yahudi menjadi korban serangan. Siapa pun yang melakukannya, ia mungkin tak tahu Yahudi tak sama dengan Israel. Bahkan rabi sekali pun mengutuk negeri zionis.  

Palestina: Tanah Tiga Agama 

Agama memang tak sedang berperang di Gaza. Dan zionisme politik Israel tak sama dengan zionis religius -- yang percaya bahwa kembali ke Tanah Perjanjian bukanlah sebuah tindakan ditentukan oleh manusia, apalagi menuding penjajahan, tetapi bahwa mereka akan kembali kapan dan bagaimana Tuhan lah yang memutuskan.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi menegaskan, konflik yang sedang terjadi di Gaza bukan soal keyakinan. Umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup rukun di Palestina. (Baca juga: INFOGRAFIS Angkara Israel atas Gaza)

"Ada lebih dari 1.500 orang Kristen di Gaza...bukan di seluruh Palestina. Karena di seluruh Palestina lebih banyak lagi orang Kristennya, di Bethlehem, Yerusalem," kata dia saat diwawancara Liputan6.com. 

"Ada juga warga Yahudi di Palestina, yang bukan pendatang dari Eropa. Sehingga, bukan menjadi bagian dari penjajah. Warga Yahudi ada di sepanjang sejarah kami, bahkan sebelum Israel didirikan." Salah satunya bahkan menjadi anggota parlemen. 

"Dan mereka sama sekali tidak menganggap diri mereka sebagai orang Israel. Mereka memandang dirinya sebagai orang Palestina," kata Pak Dubes. "Jadi, siapa bilang ada masalah agama di Palestina?"

Alex Awad, pastor East Jerusalem Church mengkritik cara pandang Barat yang berat sebelah melihat konflik Israel-Palestina. “Mereka tidak tahu siapa yang menjajah siapa, siapa penindas, siapa yang menyita tanah, yang sedang membangun dinding untuk mencoba memisahkan orang-orang satu sama lain,” kata Alex Awad kepada The Christian Post.

Menurut Awad, akar konflik di Gaza adalah hukuman kolektif yang diberlakukan kepada seluruh rakyat Gaza – atas ekspresi kemarahan penduduk Palestina, dalam hal ini Hamas, yang menentang blokade dan penjajahan negeri zionis.

Ia juga menuding Israel menggunakan serangan ke Gaza sebagai pengalihan isu, ‘menutup-nutupi’ perluasan permukiman di Tepi Barat. 

Awad menambahkan, orang-orang Kristen Palestina di Gaza sama menderitanya dengan kaum muslim di sana. Terancam bom, hanya mendapat jatah listrik 8 jam per hari, sulit mendapat air bersih.  

Tak ada yang namanya ‘Kota Kristen’, umat di sana hidup bersama dengan warga lainnya. Di Jalur Gaza, tetapi juga di Tepi Barat. Mereka memilih netral, tak menjadi bagian dari pertempuran. "Kami tidak berjuang di sisi Hamas. Kami tidak berjuang di sisi Israel. Kebanyakan orang Kristen sangat netral," kata Awad.

"Namun, di lubuk hati, kami berpihak pada saudara-saudara kami di Palestina, termasuk umat Islam. Karena kami tahu mereka lah korban dari pendudukan, ditindas, dan mendapat perlakuan yang  melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) lainnya," kata Awad.

- See more at: http://news.liputan6.com/read/2081233/zionis-obama-dan-tanah-3-agama#sthash.CtmL0Hcd.dpuf

Kenapa Yahudi sendiri menyebut Yahudi israel sendiri sesat? kenapa Yahudi Ortodoks tidak setuju pendirian negara Israel? dan kenapa Amerika selalu membela Israel? kenapa saya sebut Amerika dan Israel mempunyai ideologi yang sama?

Jadi, ndak usah jauh -jauh sampai Daud dan Goliath..karena sejarah sebenarnya dimulai dari Perang Salib pertama..
Jadi, sebelum perang salib pertama,selama dibawah penaklukan Umar bin Khatab sampai Pemerintahan Bani Seljuk, selama beratus-ratus tahun tiga agama hidup berdampingan secara harmonis, Yahudi dan Kristen seperti tak masalah dengan penaklukan itu..akan tetap semua nya berubah saat tentara salib menyerang...ya,pada tahun 1099 tentara salib menyerang kota Yerussalem dengan sangaat... tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.




Salah seorang pejuang Salib, Raymond de Aguiles, membanggakan kekejaman ini dengan sombong

Pemandangan yang menakjubkan untuk dilihat: sebagian orang-orang kami (dan ini lebih murah hati) memenggal kepala-kepala musuh; yang lainnya menembak mereka dengan panah sehingga mereka berjatuhan dari menara-menara; yang lain lagi menyiksa lebih lama dengan melemparkan mereka ke dalam api. Gundukan kepala, tangan dan kaki tampak di jalan-jalan kota. Orang harus mencari jalan diantara tumpukan mayat dan kuda. Tapi itu hanya hal kecil bila dibandingkan dengan apa yang terjadi di Kuil Sulaiman...di dalam Kuil dan serambi Sulaiman, orang-orang berkuda berkubang darah hingga ke lutut dan tali kekang mereka.

Di dalam karyanya, The Monks Of War, peneliti sejarah Desmond Seward menarasikan kejadian yang tragis ini,

Jerusalem bagai dilanda badai pada bulan Juli 1099. Kerusakan hebat yang ditimbulkan oleh Pejuang Salib menunjukkan betapa minimnya kemampuan Gereja dalam mengkristenkan insting manusia. Seluruh populasi Jerusalem dibantai di ujung pedang, Muslim maupun Yahudi, 70000 orang, laki-laki dan perempuan mengalami holocaust selama tiga hari. Darah menggenang di jalan sampai ke mata kaki dan kuda yang melewatinya mencipratkan darah ke pinggir jalan.

lalu, singkat cerita, ada satu ordo dari tentara salib itu yang ditugaskan untuk menjaga keselamatan dan harta para peziarah Kristen yang kini berdatangan ke Jerusalem dari segala penjuru Eropa. dan saat itulah Ordo Ksatria Templar muncul untuk pertama kalinya di panggung sejarah, menggunakan nama lengkap Pauperes commilitones Christi Templique Salomonis atau Tentara Miskin Pengikut Yesus Kristus dan Kuil Sulaiman.


Ordo militer ini dibentuk pada tahun 1118 oleh sembilan Ksatria Salib: Hugues de Payens, Geoffrey de St.Omer, Rossal, Gondamer, Geoffrey Bisol, Payen de Montdidier, Archambaud de St. Agnat, Andre de Montbard, dan Hugh Conte de Champagne. Kesembilan ksatria yang telah bergabung ini kemudian menghadap Baldwin II, Kaisar Jerusalem, meminta kepada raja agar mereka diberi tugas dan tanggungjawab untuk menjaga keselamatan dan harta para peziarah Kristen yang kini berdatangan ke Jerusalem dari segala penjuru Eropa.

Kaisar Jerusalem, Baldwin II, kenal dengan Hugues de Payens, dan hal itu sudah cukup bagi kesembilan ksatria ini untuk mendapatkan permintaan mereka. Sebuah distrik di Jerusalem di mana Kuil Sulaiman dulu pernah berdiri (termasuk kawasan Masjid Al Aqsa), menjadi inspirasi nama bagi kelompok yang dibentuk oleh sembilan ksatria ini.
Selanjutnya, kawasan yang kelak dinamakan Temple Mount itu menjadi markas besar Ksatria Templar selama hampir 70 tahun. Dalam waktu singkat Para Templar yang menyebut dirinya “Tentara Miskin” menjadi sangat makmur. Mereka mengontrol penuh para peziarah Kristen yang berdatangan dari Eropa ke Palestina, dan menjadi kaya dari uang para peziarah tersebut. Mereka pula yang pertama kali mengenalkan sistem cek dan kredit, menyerupai yang ada di sebuah bank. Menurut penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh, mereka membangun semacam kapitalisme abad pertengahan, dan merintis jalan menuju perbankan modern dengan transaksi mereka yang berbasis bunga

Pertanyaannya, mengapa Templar menjadikan kawasan Temple Mount sebagai markas besar?

Saat menghadap Raja Baldwin, kesembilan ksatria yang tergabung menjadi Ordo Templar ini sebenarnya memang sudah memilih kawasan itu untuk dijadikan “tempat” mereka. Alasan utama mengapa Templar memilih kawasan Temple Mount sebagai markas besar adalah karena mereka mengetahui apa yang tidak diketahui oleh Penguasa Kristen di Jerusalem saat itu: bahwa di reruntuhan Kuil Herod, tersimpan sebuah rahasia.


Sebenarnya, “rahasia” apa yang diperoleh Templar, yang membuat cara pandang mereka berubah?

Menurut pandangan umum dari banyak peneliti, “rahasia” itu adalah Kabbalah.




Kabbalah adalah hasil sinkretisme antara kepercayaan pagan (penyembahan berhala) dengan tradisi Yahudi (Judaisme). Selama berabad-abad, Kabbalah diasosiasikan dengan sihir, terutama sihir dari zaman Mesir Kuno. Kabbalah menjadi dasar bagi kepercayaan menyimpang yang dipraktikkan oleh Ordo Ksatria Templar

Secara harfiah, Kabbalah berarti “tradisi lisan”. Bagian esoterik dari mistik Yahudi, Kabbalah juga disebutkan sebagai pelajaran untuk mengetahui rahasia dan makna tersembunyi dalam Taurat. Tetapi ketika kita mengkaji lebih dekat, kita akan menemukan faktanya sama sekali berbeda. Kabbalah tidak memiliki kaitan sedikitpun dengan Taurat. Kabbalah adalah suatu sistem yang berakar kepada penyembahan dan pemujaan terhadap berhala, bahwa ia ada sebelum Taurat, dan menjadi tersebar luas bersama agama Yahudi setelah Taurat diturunkan (adanya proses sinkretisasi).

Ajaran Kabbalah sebenarnya sudah ada di Eropa bahkan sebelum Perang Salib terjadi. Pusat Kabbalah Abad Pertengahan di Eropa adalah sebuah kota kecil di Perancis bernama Narbonne, dan anggotanya berasal dari komunitas Yahudi Azkhenazi. Para ksatria yang membentuk Ordo Templar adalah anggota dari Kabbalah Abad Pertengahan ini. Para Kabbalist Eropa ini, sudah sejak lama ingin “mengambil kembali” naskah-naskah kuno yang tersimpan di reruntuhan Kuil Herod, tapi niat mereka terhalang oleh keberadaan penguasa Muslim di Jerusalem. Ketika Jerusalem akhirnya jatuh pada Perang Salib I, Ksatria Templar melakukan penggalian di Kuil Herod, dan menemukan naskah Sepher ha Bahir, naskah kuno mistik Kabbalah yang konon diciptakan pada masa kekuasaan Nebukadnezar di Babilonia. Penemuan ini dengan segera menghidupkan kembali tradisi mistik Kabbalah, dan menciptakan revolusi kultural terhadap tradisi Kabbalah di Eropa.

Kabbalah adalah ajaran Fir'aun dan Samiri.
Perlu diketahui bahawa tidak semua kaum bani Israel yang diajak nabi Musa ke Palestin adalah sesat tapi ada beberapa yang sudah tercemar oleh ajaran Firaun dan pemimpin mereka yang tersesat adalah Samiri.

Baca Selengkapnya :

http://kidthepanthomthief.blogspot.com/2013/04/sejarah-hitam-ksatria-templar.html
 Ksatria Templar pun menyebar dengan pesat.. mempengaruhi dan hampir menguasai seluruh Eropa, menciptakan cek dan sistem perbankan modern, sampai-sampai banyak petinggi negara terjerat hutang oleh Ksatria Templar ini.

Salahuddin Al Ayyubi merebut Kota Yerusalem pada tahun 1187, mereka akan menguasai Yerussalem lagi 800 tahun kedepan. Yaitu menjadikan negara ISRAEL

Walaupun demikian mereka masih dapat menguasai ideologi Inggris, Eropa Utara dan Spanyol, lalu orang Inggris pergi Ke AMERIKA, menjajah Amerika dengan membantai suku Indian.

Amerika Sekutu Abadi Israel

Pendiri -pendiri negara Amerika adalah anggota Ksatria Templar ini, Ksartia Templar berevolusi menjadi Freemason.

http://id.wikipedia.org/wiki/Freemasonry#Anggota


Di Amerika mereka menyiapkan Yerusalem untuk menjadi rumah abadi bagi datangnya Kembali King of Yerusalem, sembari mengatur siasat dan terus menerus melakukan upaya untuk MENAKLUKAN DUNIA. hahaha. Ideologi ini Jelas -jelas tertulis dalam 1 dolar Amerikanya.. "NOVUS ORDO SECLORUM" atau "TATANAN DUNIA BARU" /menyatukan seluruh bangsa didunia dibawah pemerintahan yang satu. begitulah. search Google: rahasia Satu dollar Amerika.
Mereka Menanti DajjalJangan pernah meremehkan kekuasaan Firaun kala itu yang sudah beribu-ribu tahun berkuasa, itu adalah hasil keringat Iblis yang masih tumbuh subur sampai detik ini bahkan sampai akhir zaman nanti. Mereka (Freemasonry / zionisme / kabbalah) sebagaimana kita umat muslim mendambakan imam Mahdi yang akan menghancurkan musuh-musuh Allah (Dajjal). Maka mereka juga memiliki Imam yang didambakan kedatangannya yaitu ad-Dajjal / dajjal (manusia yang dianggap Tuhan sebagai the Supreme Being sebagai pemimpin mereka – persis seperti zaman Firaun dulu yang menganggapnya sebagai Tuhan mereka).


Israel Berhasil Menduduki Yerussalem, Saatnya Melakukan  Penggalian yang Tertunda 
15 Mei 1948 Israel berdiri....
Langkah selanjutnya , melakukan Yelrussalem dan melakukan penggalian disana.
Beberapa penggalian di wilayah Masjid Al-Aqsa terjadi sepanjang tahun 1970-an. Tahun 1970, pemerintah Israel memulai penggalian intensif langsung di bawah masjid pada sisi selatan dan baratnya. Pada tahun 1977, penggalian berlanjut dan sebuah terowongan besar dibuka di bawah ruangan ibadah wanita, serta sebuah terowongan baru digali di bawah masjid, mengarah dari timur ke barat pada tahun 1979. Selain itu, Departemen Arkeologi yang berada di bawah Kementerian Agama Israel, juga menggali sebuah terowongan di dekat sisi barat masjid pada tahun 1984.[37]
Pada bulan Februari 2007, Departemen tersebut memulai situs penggalian untuk mencari peninggalan arkeologi di sebuah lokasi di mana pemerintah ingin membangun kembali sebuah jembatan penyeberangan yang runtuh. Situs ini berjarak 60 meter dari masjid.[88] Penggalian memicu kemarahan di banyak negara dunia Islam, dan Israel dituduh telah mencoba menghancurkan pondasi masjid. Ismail Haniya, saat itu Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina dan pemimpin Hamas,[89] menyerukan Palestina untuk bersatu dalam menentang penggalian, sedangkan Fatah menyatakan bahwa mereka akan mengakhiri gencatan senjata mereka dengan Israel.[90] Israel membantah semua tuduhan tersebut, dan menyebutnya sebagai hal yang "menggelikan"



Lambang freemason salah satunya Bintang David,


Yasser Arrafat bukan tidak suka dengan Yahudi tapi tidak suka dengan Zionisme,
Zionisme Israel menggunakan nama Yahudi agar segala aksi yang mereka lakukan tidak disalahkan, tapi yang disalahkan adalah Yahudi.
Yahudi Ortodoks tidak suka dengan Zionis Israel karena mengganggap Zionis itu sesat , jelas saja memang sesat.

Itulah kenapa Israel Tidak ada hak untuk tanah Palestina.


untuk dipelajari:
http://www.akhirzaman.info/secret-societies/101-the-builders/2179-mewaspadai-bahaya-freemasonry.html

Wallahu Alam Bishowab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar